Sabtu, 23 Februari 2019

LOMBA KAMPUNG AMAN HIDUPKAN KEMBALI POSKAMLING




Pontianak_(22/2/19) Kasat Binmas Polresta Pontianak Kota, Kompol Sri Harjanto, SH  bersama Kasat Pol PP dan Tim Penilai, serta para Kanit, Panit Binmas Polresta Pontianak Kota melaksanakan penilaian Lomba Kampung aman, yang diikuti oleh Poskamling se-Kota Pontianak.  Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka HUT Sat Pol PP yang akan dilaksanakan bulan Maret.

Lomba kampung aman bertujuan untuk menghidupkan kembali poskamling di lingkungan masyarakat Pontianak, menjelang Pemilu 2019 serta untuk meningkatkaan keamanan kampung/ desa. Penilaian berdasarkan keaktifan, kehadiran anggota dilapangan, kelengkapan peralatan Ronda seperti senter, kentongan, serta tongkat T, sitem piket dll.

Setiap hari tim penilai yang terdiri dari anggota Sat Pol PP dan Sat Binmas menilai kurang lebih 3 sd 4 Poskamling di setiap Desa/ Kampung. Tim Penilai bisa mengecek beberapa kali di tempat yang sama untuk memastikan keaktifan peserta, setelah melaksanakan penilaian Tim melaksakan diskusi untuk memberikan poin penilaian kepada peserta. kegiatan dimulai pukul 20.30 sd 23.00 Wib.

Tim penilai tanggal 22 Februari 2019 menilai Poskamling Kelurahan Tengah, Poskamling Jl. Gunung Kota Kota Baru, Kec. Pontianak Selatan. Komplek Surya Residen dan pada tanggal 16 februari melaksanakan penilaian ke Desa Punggur Besar Kec. Sui Kakap. Kegiatan ini juga sekaligus silaturahmi dengan tokoh masyarakat, menyampaikan himbauan Kamtibmas, memberikan arahan tentang anti Hoax, serta quick respon jika terjadi laporan warga masyarakat semisal pencurian dll. Kegiatan berlangsung dengan kondusif. 






Senin, 18 Februari 2019

SAT BINMAS POLRESTA PONTIANAK KOTA MELAKSANAKAN PENGAMANAN CAP GO MEH 2019 DI JL. DIPONEGORO PONTIANAK







Pontianak_ Sat Binmas Polresta Pontianak Kota melaksanakan pengaman kegiatan Cap Go Meh 2019 di Jl. Diponegoro Pontianak. Sabtu ( 17/2/19) Personel Polresta Pontianak Kota juga diterjunkan untuk pengaman Cap Gomeh. Kegiatan ini dimeriahkan dengan atraksi Barongsai dan Naga Bersinar yang berkeliling Kota Pontianak. Pengunjung banyak memadati stan - stan yang menawarkan kuliner serta pernak- pernik Imlek.

Panit Bintibmas, Aiptu Junaidi Fadli mendampingi adik-adik Pramuka Saka Bhayangkara melaksanakan pengamanan Cap Go meh di Jl. Diponegoro. Setiap  pengamanan kegiatan  adik - adik pramuka saka bhayangkara bersemangat membantu tugas Kepolisian.  Walaupun diguyur hujan, namun acara yang digelar tetap ramai pengunjung. Anggota Pramuka Saka Bhayangkara yang hadir 12 orang.

Pada saat pengamanan berlangsung ditemukan seorang anak perempuan umur 7 tahun bernama Aurel terpisah dari kakak nya saat menonton atraksi naga. Aiptu Junaidi membantu mengumumkan kepada pengunjung lewat Panggung serta menghimbau Kamtibmas kepada pengunjung, ibu - ibu agar selalu menjaga putra putrinya agar tidak terlepas dari pengawasan. menjaga barang bawaan dompet seperti tas simpan ditempat yang aman, serta tidak memakai perhiasan berlebihan. Dari pengumuman Aiptu Jaunaidi, Kakak aurel bisa dipertemukan, dengan senang aurel dan kakaknya mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian.






Panit Bin Polmas Iptu Sumarna melaksanakan pengamanan Imlek dan Cap Go Meh di Pos Pol. Ops Liong Kapuas 2019.  Mengamankan kegiatan masyarakat, serta memberikan penyuluhan kepada pengunjung agar selalu menjaga kamtibmas,  memberikan arahan kepada tukang parkir agar memarkirkan kendaraan dengan rapi dan aman.  Kegiatan pengamana Imlek berjalan dengan  kondusif.

Senin, 04 Februari 2019

Indeks Kepercayaan Publik terhadap Polri Dinilai Meningkat


Indeks Kepercayaan Publik terhadap Polri Dinilai Meningkat

views: 10.170


Indeks Kepercayaan Publik terhadap Polri Dinilai Meningkat
Perusahaan riset Markplus Insight merilis indeks kepercayaan publik terhadap Polri. Hasilnya, warga di luar Jawa lebih simpati dengan polisi. Foto/SINDOnews/Dok

A+ A-
JAKARTA - Perusahaan riset Markplus Insight merilis indeks kepercayaan publik terhadap Polri. Hasilnya, warga di luar Jawa lebih simpati dengan polisi.

Survei yang dilakukan Markplus melibatkan 29.250 responden acak yang berada di wilayah hukum 34 Polda dan 461 Polres. Survei lakukan dengan metode online survey,computer assisted telephone interview (CATI), computer assited personal interview(CAPI).

"Terdapat 110 Polres dan 1 Polda yang indeks kepuasannya di atas 90 persen dan itu mayoritas di luar Pulau Jawa. Untuk indeks kepercayaan, ada 191 Polda dan 6 Polda yang di atas 90 persen, itu juga mayoritas di luar Pulau Jawa," ujar Chairman Markplus, Hermawan Kertajaya, kepada wartawan di kantornya, Office 88, Jalan Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019).
Tiga besar Polres di luar Jawa untuk indeks kepuasan adalah Polres Talaud (Sulawesi Utara), Polres Ende (NTT), dan Polres Sikka (NTT). Untuk Polres di Jawa, 3 besar indeks kepuasan adalah Polres Pasuruan Kota, Polres Mojokerto, dan Polres Tuban.

Sementara untuk kepercayaan, Polres yang mendapat indeks tertinggi di luar Jawa adalah Padang Panjang, Polres Tebing Tinggi, dan Polres Muara Enim. Selanjutnya untuk yang di Jawa adalah Polres Pasuruan Kota, Polres Gunung Kidul, dan Polres Mojokerto.

Hermawan menerangkan, respondennya berasal dari kategori usia 21 sampai 25 tahun, dengan level pendidikan mayoritas SMA atau setingkat SMA. Dalam melakukan penelitian ini, Hermawan memastikan respondennya bukan berasal dari keluarga polisi.

"Sejumlah Polres dan Polda di luar Jawa yang mencapai indeks kepuasan dan kepercayaan di atas 90 persen menunjukan sangat baiknya hubungan antara polisi dan masyarakat di daerah. Sehingga masyarakat cenderung lebih mudah mengapresiasi apa yang dilakukan Polri," ungkap Hermawan.
Dia mengatakan, saat responden diajukan skala penilaian 1 sampai 6 untuk menunjukan tingkat kepuasannya dan kepercayaannya terhadap polisi, mayoritas memberikan nilai 4 dan 5. "Masih sedikit yang memberi nilai 6," tuturnya.

Hermawan menjelaskan ada 4 poin yang mendasari penilaian terhadap Polri yakni kultur, penanganan isu terkini lalu manajemen media. "Di urutan keempat ada kinerja. Empat poin itu berkontribusi besar dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri," tutupnya.
(maf)



Polri Raih Indeks Kepuasan 74,46 dan Indeks Kepercayaan 80,37 Persen



Presiden Jokowi Widodo hadir dan membuka kegiatan Apel Kepala Satuan Wilayah (Apel Kasatwil) Polri tahun 2017. Apel akan berlangsung selama 9-11 Oktober 2017 yang bertempat di Akademi Kepolisian RI, Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).


Perusahaan marketing dan lembaga konsultasi MarkPlus Inc menemukan bahwa sebagian besar polres dan polda di Indonesia mendapatkan tingkat kepuasan dan kepercayaan yang cukup tinggi. Temuan itu terungkap setelah mereka melakukan survei terhadap 34 polda dan 461 polres dengan 29.250 responden, selama bulan September-November 2018. 

Founder dan Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya menuturkan sebagian besar polda dan polres memperoleh nilai kepuasan dan kepercayaan di atas hasil rata-rata. Secara keseluruhan, indeks kepuasan terhadap institusi kepolisian sebesar 74,46 persen dan nilai indeks kepercayaan sebesar 80,37 persen.

Baca juga: Semakin Hari, Kepercayaan Masyarakat ke Komnas HAM Makin Menurun "Sebagian besar polda dan polres memiliki nilai di atas indeks kepuasan nasional dan nilai di atas indeks kepercayaan nasional," kata Hermawan di kantornya, di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019). Rinciannya, terdapat 110 polres dan 1 polda yang memiliki indeks kepuasan di atas 90 persen, yang sebagian terletak di luar Pulau Jawa. Kemudian, sebanyak 191 polres dan 6 polda yang memiliki indeks kepercayaan di atas 90 persen dan kebanyakan berlokasi di luar Pulau Jawa. 

Ia menjelaskan bahwa masyarakat di Pulau Jawa memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap aparat kepolisian. Baca juga: Polri Teken MoU dengan Kemenpora, BNP2TKI, dan KPU Dengan ekspektasi yang lebih tinggi, Hermawan menjelaskan tingkat kepuasan dan kepercayaan publik akan lebih sulit terpenuhi dan mencapai skor yang tinggi. Meski skor yang didapat sudah tinggi, mereka mencatat bahwa nilai yang diberikan kebanyakan hanya di angka 4, dari skala 1-6. 

Selain itu, Hermawan menuturkan temuan yang menarik lainnya adalah dibutuhkan beberapa pendekatan untuk membentuk kepercayaan dan kepuasan masyarakat, seperti kultur, kinerja, media, dan isu terkini. "Dari kriteria yang bervariasi tersebut menunjukkan untuk membangun kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap Polri tidak hanya ada pendekatan tunggal atau satu kriteria saja," ujarnya. 

MarkPlus Inc melakukan survei terhadap persepsi masyarakat terkait penerapan program prioritas Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang disebut Promotor atau Profesional, Modern dan Terpercaya. Mereka menggunakan empat kriteria, yang terdiri dari kultur, kinerja, media, dan isu terkini. Dalam melaksanakan survei, MarkPlus Inc mengkategorikan respondennya, yaitu berusia diatas 18 tahun, memiliki KTP Indonesia, sebisa mungkin berpendidikan SMA, dan tidak memiliki keluarga yang bekerja di kepolisian. MarkPlus Inc menggunakan 6 metode, mulai dari survei secara daring, Computer Assisted Telephone Interview (CATI), Computer Assisted Personal Interview (CAPI), menelepon kembali sejumlah responden, observasi lapangan, dan pengamatan terhadap berita di media daring. Survei ini memiliki margin of error sebesar 0,57 persen.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polri Raih Indeks Kepuasan 74,46 Persen dan Indeks Kepercayaan 80,37 Persen", https://nasional.kompas.com/read/2019/02/01/20215871/polri-raih-indeks-kepuasan-7446-persen-dan-indeks-kepercayaan-8037-persen
Penulis : Devina Halim
Editor : Sabrina Asril

Survei Terbaru, Kepercayaan Publik Terhadap Polri Sangat Tinggi


Survei Terbaru, Kepercayaan Publik Terhadap Polri Sangat Tinggi


KBRN, Jakarta : Korps Bhayangkara yang di pimpin Jenderal Polisi Tito Karnavian mendapat kepecayaan publik yang sangat tinggi dari publik.

Hal ini sesuai dengan hasil survei Markplus yang baru dirilis hari ini, Jumat (1/2/2019).

Menurut Chairman Markplus, Hermawan Kertajaya, kepada wartawan di kantornya, Office 88, Jalan Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan mengatakan survei yang dilakukan Markplus melibatkan 29.250 responden acak yang berada di wilayah hukum 34 polda dan 461 polres.

Kata dia, survei lakukan dengan metode online survey, computer assisted telephone interview (CATI), computer assited personal interview (CAPI).

"Terdapat 110 polres dan 1 polda yang indeks kepuasannya di atas 90 persen dan itu mayoritas di luar Pulau jawa. Untuk indeks kepercayaan, ada 191 polda dan 6 polda yang di atas 90 persen, itu juga mayoritas di luar Pulau Jawa," ujarnya.

"3 besar polres di luar Jawa untuk indeks kepuasan adalah Polres Talaud (Sulawesi Utara), Polres Ende (NTT) dan Polres Sikka (NTT). Untuk Polres di Jawa, 3 besar indeks kepuasan adalah Polres Pasuruan Kota, Polres Mojokerto dan Polres Tuban," tambahnya.

Sementara itu untuk kepercayaan, polres yang mendapat indeks tertinggi di luar Jawa adalah Padang Panjang, Polres Tebing Tinggi dan Polres Muara Enim. Selanjutnya untuk yang di Jawa adalah Polres Pasuruan Kota, Polres Gunung Kidul dan Polres Mojokerto.

Hermawan menerangkan respondennya berasal dari kategori usia 21 sampai 25 tahun, dengan level pendidikan mayoritas SMA atau setingkat SMA. Dalam melakukan penelitian ini, Hermawan memastikan respondennya bukan berasal dari keluarga polisi.

"Sejumlah polres dan polda di luar Jawa yang mencapai indeks kepuasan dan kepercayaan di atas 90 persen menunjukan sangat baiknya hubungan antara polisi dan masyarakat di daerah. Sehingga masyarakat cenderung lebih mudah mengapresiasi apa yang dilakukan Polri," kata Hermawan.

Hermawan mengatakan saat responden diajukan skala penilaian 1 sampai 6 untuk menunjukan tingkat kepuasannya dan kepercayaannya terhadap polisi, mayoritas memberikan nilai 4 dan 5. "Masih sedikit yang memberi nilai 6," tandasnya.

Hermawan juga menjelaskan ada 4 poin yang mendasari penilaian terhadap Polri yakni kultur, penanganan isu terkini lalu manajemen media.

"Di urutan keempat ada kinerja. Empat poin itu berkontribusi besar dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri," demikian Hermawan.

Kegiatan bhabinkamtibmas pendampingan masyarakat

Kegiatan Bhabinkamtibmas pendampingan masyarakat mendukung Program Pemerintah dalam ketahanan pangan